Senin, 07 September 2015

Ringkasan Jaringan darah

JARINGAN DARAH

· Pengertian Jaringan Darah
Jaringan darah adalah gabungan dari cairan sel –sel dan, yang mengalir dalam arteri kapiler dan vena. Darah merupakan jaringan khusus yang mengalami sirkulasi, terdiri atas berbagai macam sel yang bersatu dalam cairan yang disebut plasma.
Fungsi jaringan darah:
1. mengangkut berbagai jenis sel darah ke seluruh tubuh
2. mengangkut O2 dari paru-paru dan nutrisi (sarisari makanan) dari sistem pencernaan untuk di edarkan ke seluruh tubuh.
3. mengangkut limbah (CO2 dan urea) dari berbagai jaringan tubuh ke organ pembuangan (paru-paru dan ginjal).
4. trombosit dan fibrinogen berperan penting dalam pembekuandarah.
5. plasma darah membantu pengaturan suhu tubuh.
6. sel darah putih dan antibodi menjadi dari bagian sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibodi/ zat–zat anti racun.
7. Mengangkut sisa–sisa metabolisme dan mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.
8. Mengedarkan hormon(hasil sekresi)dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan.
9. Menjaga keseimbangan asam dan basa.
10. Menjaga tubuh dari infeksi kuman.
11. Mengangkut sari–sari makanan (nutrien)keseluruh tubuh.
12. Mengatur suhu tubuh ( dengan jalan membawa panas dari bagian tubuh yang aktif ke bagian tubuh yang tidak aktif).
Ciri-ciri jaringan darah:
1. Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan.
2. Letak sel2 jaringan ikat tdk berhimpitan, jika berhubungan hanya pd ujung protoplasmanya
3. Memiliki komponen intraseluler/matriks
4. Bentuk sel tdk teratur, sitoplasma bergranula & inti sel menggelembung.
5. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm.

JENIS JENIS JARINGAN DARAH

1. Sel darah merah (Eritrosit)
CIRI CIRI:
1.        bentuknya seperti cakram/ bikonkaf
2.        tidak mempunyai inti.
3.        Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta).
4.        Warnanya kuning kemerahan
5.       Di dalamnya banyak mengandung oksigen.
6.       diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati
7.       mengandung hemoglobin, hemoglobin yaitu suatu zat yang terdapat didalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida. 
8.        mengandung hemoglobin yang membuat darah berwarna merah
Fungsi sel darah merah adalah :
1.       mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh
2.        mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru
2. Sel darah putih (Leukosit)
CIRI CIRI :
1.       Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit
2.       Bentuknya dapat berubah-ubah dan dapat bergerak (bervariasi)
3.       mempunyai bermacam- macam inti sel
4.       warnanya bening (tidak berwarna),
5.        banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000. 
6.       diproduksi di dalam limpa dan kelenjar limfe
7.       Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.
FUNGSI :
1.        sebagai pertahanan tubuh
2.       membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel),
3.        sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.
Macam- macam leukosit meliputi:
a. Agranulosit 
Sel leukosit yang tidak mempunyai granula didalamnya, yang terdiri dari:
·                 Limposit
1.    dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe
2.    bentuknya ada yang besar dan kecil
3.     di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula
4.     intinya besar
5.    fungsinya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke dalam jarigan tubuh.                             
·                     Monosit.
1.     dibuat di sumsum merah
2.    lebih besar dari limfosit
3.    fungsinya sebagai fagosit
4.     warna biru abu-abu mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan.
5.     Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.
6.    memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi.
b. Granulosit 
Disebut juga leukosit granular terdiri dari:
- Neutrofil
Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus
- Eusinofil 
granula dan sitoplasmanya lebih besar
- Basofil
mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar., berperan dalam respon alergi.
3. Sel Pembeku (Trombosit)
CIRI CIRI:
1.       bentuk dan ukurannya bermacam-macam,
2.      Bentuk bulat dan lonjong
3.       warnanya putih
4.       normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.
5.      Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.
6.      bentuk jaringan tidak teratur letaknya,
FUNGSI:
1.      Berperan dalam pembekuan darah.
2.      Tempat terjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu Ca2+ dan fibrinogen.
3.       Plasma Darah
FUNGSI:
1.       media sirkulasi elemen-elemen darah
2.      media transportasi bahan organik dan anorganik dari suatu jaringan atau organ.
3.      untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel
4.       membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.
5.       merupakan cadangan air untuk tubuh
6.       mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
7.       membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
8.      menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
9.    mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.

                       

GETAH BENING - LIMFA
Getah bening atau limfa berasal dari plasma darah yang keluar dari kapiler dan dialirkan oleh pembuluh limfa.
Ciri ciri:
1.  berasal dari kepala, leher, dada, jantung, paru-paru dan lengan kanan
2.   tempat bermuaranya pembuluh lemak atau pembuluh kil.
3.  terdapat kelenjar-kelenjar limfa atau nodus.
4.Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring kuman.
5.bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah
6.Komponen selulernya adalah limfosit.
Fungsi jaringan limfe:
1.      untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit)
2.      untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah
Cairan ini berasal dari darah yang keluar melalui dinding kapiler lalu masuk ke ruang antarsel, dan kemudian masuk ke pembuluh halus yang disebut pembuluh getah bening (limfe)
Pembuluh limfe besar ada dua macam, yaitu:
·                     Sistem pembuluh limfe dada (ductus thoraxicus): mengalirkan limfe dari bagian tubuh sebelah bawah, dan bagian tubuh atas sebelah kiri ke pembuluh vena bawah selangka kiri.
·                     Sistem pembuluh limfe dada kanan (ductus limfaticus dexter): mengalirkan limfe dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan kanan ke vena bawah selangka kanan.
TULANG RAWAN

Fungsi Tulang rawan
·         memegang beberapa tulang untuk membuat daerah tahan goncangan.
·         Imembantu dalam pembentukan tulang
·         Mencegah gesekan tulang terhadap satu sama lain
·          membantu menghindari nyeri sendi.
·         membantu menjaga struktur tubular terbuka.
·         Membantu tulang pada sendi untuk mengartikulasikan dengan lancar.
·         mendorong pemulihan sistem yang cepat, jika anda telah robek tulang rawan di lutut.
·         Fibrokartilago membantu menghubungkan tendon dan ligamen pada tulang,  melindungi sendi dari guncangan.
·          mensintesis dan mempertahankan matriks yang mengandung serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa
·         menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi

1.      Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
CIRI CIRI:
1.         berkembang dari bakal sel tulang rawan (kondroblas).
2.         terdiri dari kondrosit dan kondroblasl.
3.         matriks ekstraseluler yang kaya akan glikosaminoglikan dan proteoglikan.
4.         disebut kondrosit.
5.         berasal dari jaringan ikat embrional (mesenkim)
6.          tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah.
Kartilago terdiri atas :
1.      kondroblas
2.       kondrosit
3.      substansi interseluler
4.      perikondrium
·         Kondroblas adalah bakal sel kartilago. Sel-sel yang dibentuk melalui diferensiasi langsung dari sel mesenkim ini disebut Kondroblas.
 berbentuk bundar
·         Perikondrium merupakan jaringan pengikat yang membungkus kartilago,
terdapat serat kolagen.
·         Pertumbuhan kartilago dapat terjadi melalui 2 proses :
Pertumbuhan interstisial, akibat pembelahan mitosis dari khondrosit-kondrosit yang ada.
·         Pertumbuhan aposisil, akibat diferensiasi sel-sel perikondrium.
Kalsifikasi berdasarkan jumlah matriks amorf dan jumlah serabut kolagen terbagi menjadi 3:
a.      Kartilago Hyalin
CIRI:
1.Terdiri dari dua lapisan : lapisan fibrosa dan lapisan khondrogenik
2. ondrosit muda berbentuk lonjong
3.  terdapat selaput perikondrium yang kaya fibroblas.
4. mengandung serabut kolagen yang halus
5. berwarna putih kebirubiruan
6. terdapat pada ujung tulang keras, cakram epifisis, persendian, dan saluran pernapasan (dari hidung sampai dengan bronkus).
FUNGSI:
1.      berfungsi untuk memberi kekuatan
2.       menyokong rangka embrionik
3.       menyokong bagian tertentu rangka dewasa
4.       membantu pergerakan persendian
b.      Kartilago Elastis
CIRI:
1.      terdapat pada aurikula telinga,epiglotis,dan bronkiolus
2.      mengandung serabut elastis dan serabut kolagen.
3.      Kartilago ini lebih elastis.
FUNGSI:
Kartilago elastis berfungsi untuk memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong

c.       Kartilago Fibrosa
CIRI:
1.      Merupakan peralihan dari kartilago hyalin ke jaringan pengikat.
2.       Ditemukan pada diskus invertebrate, kartilago artikularis
3.      terdiri dari serabut kolagen
4.      mengandung serabut kolagen yang padat dan kasar
5.      terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian.
FUNGSI:
Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagian di dalamnya. Anda dapat mengamati penampang kartilago fibrosa pada Gambar 4.
1. Pengertian Tulang Keras 
CIRI:
1.      bersifat kaku dan keras yang tersusun dari zat kapur dan fosfor.
2.      disebut dengan tulang sejati
3.      merupakan alat gerak pasif artinya alat gerak yang dapat bergerak jika digerakkan oleh otot
4.       memiliki rongga dan terdapat osteoblas.
5.      Mudah Patah
6.       Kurangnya zat perekat.
7.       Sel-sel tulang tersusun seperti lingkaran yang berlapis-lapis
Fungsi Tulang Keras 
1. Menjaga organ lunak didalamnya
2. Membantu Aktvitas manusia dalam kerja berat
3. Melekatnya Otot
4. Sebagai saluran pembuluh darah dan lemak.
2. Macam-Macam Tulang Keras
Tulang Keas dibedakan menjadi 2 jenis atau 2 macam berdasarkan matriknya yakni tulang kompak dan tulang spons, berikut pembahasannya..
a. Tulang Kompak 
1. matriksnya tersusun rapat dan padat yang mengandung zat kapur dan fosfor
2. tersusun membentuk sistem havers.
3. bagian tengahnya terdapat saluran pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf, yang dikelilingi oleh sel tulang.
b. Tulang Spons 
1. matriksnya berongga dan tersusun oleh anyaman trabeculae (mirip dengan pecahan genting) yang pipih dan mengandung serat kolagen.
2. Rongga yang terdapat pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang.